August 26, 2008

intropeksi diri lagi

intropeksi diri lagi.... ah, aku lupa soal ini. Merasa diri paling benar, merasa diri paling hebat. Padahal tiap hari sudah harus intropeksi diri setiap lima kali, pas shalat lima waktu. Kenapa kelupaan? Shalat malam juga kenapa ga jadi bahan intropeksi diri? kenapa lupa muna......

intropeksi tuh penting banget,,, biar ga besar kepala,,, biar ga lupa diri, biar ga jadi orang sombong,,,

Sudahlah, apa yang terjadi hanya bisa di ambil hikmahnya. setiap manusia akan terus belajar dari sejarahnya. hanya bisa itu. selebihnya, perbaiki dan seterusnya belajar dari setiap kesalahan.

Rabbi,,,,
ampuni hamba-MU yang kecil ini,,,
hanya Engkaulah tempat hamba memohon maaf,,,
hanya Engkaulah yang Maha pemilik ampun..
dan hanya Engkaulah pemaaf setiap kesalahan yang hamba miliki...
Ampuni hamba yang setiap hari banyak menumpuk dosa di dunia ini,,,

Rabbi,,,,
tak ada arti tiap kekayaan yang berlimpah tanpa barakah-MU..
tak ada arti nama besar di dunia ini...
tak ada arti dalam langkah hidupku jika aku tak bersama MU.

Ya, Intropeksi lagi, muna...

                            

June 11, 2008

lagu...

Sebenarnya aku tidak berniat sekali menulis blog ini. Cuma iseng menunggu donlot-an yg blum selesai juga dari tadi. Lumayan banyak yang di donlot. Lagu ada 17. Jujur lagunya ga ada yang aku kenal. Mungkin penyanyinya masih familiar di telingaku, seperti meja, maliq n essensial, kayanya itu aja. Lagu yang di kasih itu, lagu jazz. Jujur aku ga begitu suka aliran musik ini. aku selalu berkomentar "bikin ngantuk :(" itu alasannya. Tapi yang ngasih tetep aja ngasih lagu itu, mau aku dengerin apa ga yang penting dia ngasih --klo yg ngasih baca,, maaf ya... tapi aku berusaha ko..--


Mungkin beberapa lagu itu akan menemaniku di depan komputer klo di kantor. Maksudna ditaro di mp4 dulu. Maklum di semua komputer di kantor spiker-nya rusak semua. Gilingan, ga ngerti tuh kenapa? ada yang berujar "gimana ga? teriakan ngalahin spiker, makanya dia ngambek bersuara" hahahaha beneran. Biasa suasana kantor, klo lagi kejar tayang,, rameee banget berisiknya.


Tapi paling tidak aku berusaha untuk mencoba menyelami arti setiap bait lagu2 itu,,, Semoga maksud dari lagu2 itu bisa tersampaikan padaku,,

June 04, 2008

tenang,,,

Tenanglah,
Aku percaya atas hatiku padamu
Atas hatimu padaku

Tenanglah,
Aku yakin tak sesulit yang kita bayangkan
Atas keadaan terbaik yang diberikan

Tenanglah,
Aku disini akan baik-baik saja
Aku akan menjaga 'kepercayaan' yang kau titipkan

Percayalah,
Aku akan menjaganya


= 13:40, di sela inventaris data akta-akta yang menjemukan =

April 23, 2008

cerita doank,,,

Aku percaya Allah.SWT selalu menjaga langkah kita. Hari ini aku dapat pelajaran lumayan penting atas 'kehati-hatian', yang paling ga bisa tambah untuk selalu "berhati-hati" lagi.

Tadi pagi sekitar jam 7 pagi, ada seseorang menelepon hp-ku. kebetulan aku sedang di depan komputer yang juga lagi dapat telpon dari si ****, akhirnya aku minta untuk ia menunggu agar ku bisa angkat telpon sebelumnya. Nomor telpon jakarta +622123526700, Suara seberang adalah laki-laki. Dia memperjelas nama lengkapku. selang berapa detik, itu mulai mengutarakan maksud dan tujuan menelpon. "ibu, ada panggilan interview. bisa di catat mba alamatnya?" Kebetulan ada kertas kosong dihadapanku. "catat ya bu, tanggal 24 April jam 11 siang di Jl. Sudirman Kav. 52-53 Gedung IDX Tower 2 lantai 29. Jangan lupa bawa cv dan pas photo 4x6 1 lembar ya bu" sempat aku menanyakan dari perusahaan apa, akhirnya dia bilang MIF International. dan selanjutnya ia memintaku untuk menghubungi Bapak Tezar di nomor 93790211. kusudahkan pembicaraan dan melanjutkan pembicaraan dengan 'teman'ku sebentar.

Sekian menit baru aku sadar. Kapan ya aku nge-post untuk perusahaan itu? Rasanya ga pernah. Lagipula perusahaan yang pernah aku apply via online baru dua tempat, itupun juga dua-duanya di daerah jakarta selatan. Karena lagi utamakan rapi-rapi rumah, jadi lupa. Baru aku ingat klo besok tanggal 24 april. terpikirkan lagi kenapa sehari sebelum wawancara manggilnya? perusahaan yang ngerti etika biasanya akan 'manggil' 2 hari sebelum hari-H. seingatku begitu. akhirnya tadi sore, aku coba browsing nama perusahaannya. Akhirnya, aku baru tau jawaban kegundahanku. ada beberapa blog yang menyatakan bahwa perusahaan itu bermodus penipuan sama pencari kerja. contoh situsnya  http://switchthefrequency.blogspot.com/2008/04/mif-international-blues.html malah diangutarain kehati2annya, dia bilang:

"supaya sedikit berhati-hati bila menerima telpon dari nomor-nomor berikut ini : 021-5154225, 021-5152917, 021-5744520 yang meng atasnamakan PT. Graha Finesa Berjangka (BNI Tower 2, Sudirman) atau PT. MIF International (IDX Tower 2, Lt. 28-29, Sudirman)...Itu (mungkin) cuman salah satu dari banyak bentuk perusahaan sejenis dengan kedok investasi berjangka yang menjerat pencari kerja dengan iming-iming penghasilan besar."

atau situsnya http://aquariusgirl.multiply.com/journal/item/21/PENIPUAN_MAXGAIN_PT_MIF._International_Maxgain_International_Futures_Graha_Vinesa ini,,,, yang ini jelas banget ngutarainnya..

Alhamdulillah, Allah.SWT masih sayang ma aku,,, Dah ditunjukin duluan :)

April 14, 2008

kerja di Bank?

Semenjak punya status "pengangguran", banyak banget tawaran kerja. Mulai cuma minta CV atau langsung dateng ke kantornya. Ada juga beberapa teman yang dah kerja di Bank Konvensional, pas bukaan, langsung nawarin juga. Banyak hal dalam benakku tentang kerja di Bank Konvensional. Mungkin ortu sah-sah aja ngasih izin, apalagi dengan gaji yang bisa dibilang mencukupi,, tapi ada di hati kecil yang masih ragu. Kata temenku ingetin "Hati-hati ji, jangan banyak ragunya. Nanti banyak ditemenin syetannya", dengar ucapan dia jadi tersenyum dan makin mikir2 lagi.

Setelah ngobrol dengan seorang "teman" lagi atas tawaran teman satu kampus di Bank konvensionalnya yang lagi banyak kosong. Dia dengan tegas bilang "Cari yang lain aja ra". hohoho makin membingungkan. Padahal 'uangnya' lumayan banget untuk tingkatan Fresh Graduate kaya gini.. Sempat tanya sana-sini sama teman. Dan hasil dari pertanyaanku atas masalah ini, akang krisna kirim email. Isinya gini nih...

Assalaamu’alaikum wr, wb.

Ji,… ‘afwan.. baru nyempetin ngirim email sekarang. Mengenai pertanyaan kamu tentang boleh tidaknya bekerja di bank. Harap bersabar jika uraian agak mendetail. Saya akan menjawab pertanyaan kamu dalam 7 urutan jawaban. Semoga bisa memudahkan untuk difahami.


Pertama,
saya percaya latar belakang kenapa kamu menanyakan ttg hal tersebut, dikarenakan dorongan ingin hidup dalam keridloan Alloh. Sehingga tidak ingin satu saja dari episode kehidupan kamu mengambil keputusan yang membuat diri kamu gagal mendapatkan Ridlo-Nya.

Singkatnya, pertimbangan kamu adalah berat karena Alloh. Apakah Alloh ridlo / tidak. Apakah Alloh akan menyetujui / menyalahkan. Hal tersebut mendorong kamu untuk senantiasa berhati-hati, karena takut kepada Alloh.

Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka  dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat  melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. QS.21:28

Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian  Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," QS..9:59

Kedua;
Misi besar dalam hidup ini bagi manusia adalah menjadi hambaNya dengan totalitas. Salah satu dari bentuk pengabdian kepada Alloh adalah mencari karunia Alloh (mencari nafkah) di bumi yang telah Alloh sediakan

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. QS 62:10

Ketiga;
Karena pertimbangan utama bagi seorang muslim (baca: orang yang berserah diri) adalah keputusan / ketetapan dari apa yang telah Alloh gariskan, maka hendaknya kita mengetahui, mngerti, memiliki dan membela segala ketetapan yang bersumber dariNya. Adakalanya ketetapan Alloh mengenai suatu hal itu sesuai dengan perasaan diri. Adakalanya juga tidak sesuai dengan perasaaan dan keinginan diri.

Walaupun begitu, tetap saja Alloh-lah yang satu-satunya yang Maha mengetahui kemanfa’aatan dan kemudlaratan sesuatu, sedangkan manusia tidak mengetahui.  Hal ini pernah dicontohkan ketika kaum muslimin menerima kewajiban yang umumnya tidak disukai, yaitu berperang (dalam rangka menahan serangan orang2 musyrik yang mengancam  madinah)

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi  kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. QS 2:216


KeEmpat
Masalah yang berkenaan tentang bank.
Berdasarkan beberapa fatwa ulama mengenai system perbankan, bahwa tidak bisa dipungkiri bank, hidup dan berkembang karena adanya system bunga didalam operasionalnya.

Sederhananya, ada pihak yang meminjam sejumlah uang Rp X, maka pihak tersebut diharuskan mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu yang disepakati sejumlah Rp. X+y, dimana y ini adalah senilai uang lebih untuk diserahkan kepada pihak bank, dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak bank.

Sedangkan untuk menarik sejumlah uang yang nantinya bisa digunakan untuk modal untuk dipinjamkan lagi, ia menarik nasabah berupa produk tabungan / deposito. Sehingga jika seseorang setuju untuk menyimpan uang sejumlah Rp. Z, maka dalam rentang waktu yang telah ditentukan oleh pihak bank, maka pihak penyimpan ini akan mendapatkan uang nya menjadi Rp. Z+a, dimana a adalah kelebihan uang yang ditawarkan pihak bank kepada sang penyimpan.

Kelebihan uang berupa X dan a (dimana X pasti > a, supaya Bank mendapatkan laba) dinyatakan dalam bentuk % terhadap uang pokoknya X atau Z. ini yang umumnya disebut bunga Bank.

dalam kacamata fiqh islam (yang merupakan syariat / ketetapan Alloh) setiap nilai berlebih tadi dikategorikan sebagai riba. Sedangkan riba, adalah dilarang secara nyata oleh Alloh dalam Al-quran
terkecuali sistemnya adalah bagi hasil, yang masih difahami sebagai salah satu bentuk pelaksanaan perniagaan.

berikut saya sampaikan beberapa penjelasan, sekaligus dasar hukum tentang hal tersebut.

Orang-orang yang makan  riba  tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran  penyakit gila . Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata , sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti , maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu  ; dan urusannya  kepada Allah. Orang yang kembali , maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.Qs.  2:275

Ok, sampai sini saya rasa jelas, Alloh menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.


Kelima:
Truz, bagaimana dengan seseorang yang hendak bekerja di bank?

Begini, Secara keseluruhan, Bank merupakan system Ekonomi yang menerapakan metode mencari laba yang tidak Alloh ridloi, yakni Riba (dalam hal ini sistem bunga). Sehingga Bank dipandang sebagai sebuah  sistem. dimana yang dinamakan system, pastilah ia terbangun  dari komponen2 / bagian2/ divisi2 yang secara sinergi mengarah kepada golnya misi dari instutusi tadi, laba yang sebesar-besarnya. Dengan system bunga tentunya.

Sehingga setiap institusi-bank pasti berisi direktur, manajer, teller, sekuriti, cleaning service, dsj. Dan semua divisi tadi memiliki peranan penting agar terselenggaranya mekanisme riba secara aman, nyaman, lancar, dan provitable tentunya.

Sehingga yang selanjutnya..
Dibagian apapun seseorang bekerja, selama ia berada dalam mekanisme bank walaupun ia tidak memakan riba (sebagaimana nasabah). Maka secara langsung / tidak langsung ia ikut berkontribusi dalam system perekonomian yang tidak Alloh Halalkan.


Berikut saya lampirkan sebuah Tanya jawab yang berkaitan dengan bekerja di bank:

Pertanyaan:
Sepupu saya bekerja sebagai pegawai bank, apakah boleh hukumnya dia bekerja di sana atau tidak? Tolong berikan kami fatwa tentang hal itu -semoga Allah membalas kebaikan anda- mengingat, kami telah mendengar dari sebagian saudara-saudara kami bahwa bekerja di bank tidak boleh.

Jawaban: (oleh) Syaikh Ibnu Baz
Tidak boleh hukumnya bekerja di bank ribawi sebab bekerja di dalamnya masuk ke dalam kategori bertolong-menolong di dalam berbuat dosa dan melakukan pelanggaran. Sementara Allah سبحانه و تعالى telah berfirman (artinya):

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Sesungguhnya Allah amat pedih siksaan-Nya?. (Al-Ma'idah:2).

Sebagaimana dimaklumi, bahwa riba termasuk dosa besar, sehingga karenanya tidak boleh bertolong-menolong dengan pelakunya. Sebab, terdapat hadits yang shahih bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم telah melaknat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulisnya dan kedua saksinya. Beliau mengatakan, "Mereka itu sama saja."
Rujukan:
Kitabud Da'wah, Jld.I, Hal.142-143, dari fatwa Syaikh Ibn Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

KeEnam:
Adapun jika hadir tawaran2 yang berkaitan dengan pekerjaan di Bank saya sarankan kamu tidak usah mempertimbangkannya lagi.  Apapun Alasannya. Alloh yang lebih mengetahui madlarat dan manfaatnya sesuatu. Dan Ia telah mengharamkan riba, dan segal yang membuat riba ini bisa hidup dan tumbuh di masyarakat.
Sebagaiman Di dunia ini telah disediakan makanan, ada makanan halal, ada juga makanan haram. Maka pilihlah makanan yang halal, tolak makanan yang haram. Termasuk rezeki , dalam arti pekerjaan. Di dunia ini telah banyak cara untuk mencari karunia Alloh. Ada pekerjaan yang halal, ada juga yang haram. Maka pilihlah pekerjaan yang halal, tolaklah pekerjaan yang haram.
Semoga kamu termasuk orang yang bersabar (baca : berpegang teguh) dalam melaksanakan syari’at Alloh yang Maha pemberi Rezki (ArRozaq)
KeTujuh:
Point-1 s/d point-6 adalah tinjauan permasalahan sistem bunga pada individu saja. Padahal sebenarnya  permasalahan yang sebenarnya adalah lebih besar. Ini berkaitan dengan permasalahan (global) / tidak lagi individu, dan sudah menyangkut sistem kehidupan yang lebih besar.
Karena mekanisme suku bunga ini telah berhasil membuat sebuah perangkap ekonomi, hingga sebuah negeri tidak bisa hidup, terkecuali bergantung dengan sistem bunga ini. Sedangkan kita adalah seorang individu kecil dalam negeri  tsb.
Kalau boleh saya analogikan;
Kamu merasa gatal2 di kulit, kemudian bertanya, bagaimana supaya gatalnya hilang, minum obatkah, atau minum jamu?.
Padahal setelah dilakukan diagnosa secara menyeluruh oleh dokter,  kamu dinyatakan memiliki masalah yang jauh lebih besar, yakni mengidap kanker ganas. Dan ia telah merambat ke hampir 80% organ2 vital di tubuhmu…
Atau analogi kartunnya;
Kamu sedang  duduk disebuah batu, tiba2 batu tersebut bergerak-gerak. Kamu kaget dan loncat, dan menyangka baru saja menduduki batok kura2 besar. Namun beberapa detik kemudian batu yang disangka batok kura2 tadi adalah hidung seekor dinosaurus yang baru saja kamu membangunkannya.
Dipoint ke7 ini saya mengajak kamu untuk melihat permasalahan yang sebenarnya. Wujud raksasa yang riak-riak masalahnya baru memerciki kehidupan pribadi sendiri.
Mudah-mudahan jika ada kesempatan lagi kita bisa berdiskusi tentang hal ini. Kebetulan mengenai hal  ini juga tidak kamu pertanyakan, maka saya pun tidak akan menjelaskan secara berlebih.


Mudah-mudahan Haji bisa mengambil  manfaatnya, dan mendelet semua keraguan yang menghijab diri menuju kebenaran Alloh. Sebagaimana firman Alloh;
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. QS. 2:147

--------------------------------------------Selamat berbagi hidayah -------------------------------------------------
Wallohu  A’lam
Wassalaam
Krisna

Begitulah bunyinya..
Pertimbangkan lagi? Rasanya cukup... :)